WASHINGTON, SELASA — Pengiriman tiga brigade tempur Amerika Serikat ke Afganistan bakal terlaksana. Rencana garapan militer AS yang disampaikan Menteri Pertahanan Robert Gates kepada Komite Angkatan Senjata di Senat, Selasa (27/1), akan terealisasi pada pertengahan musim panas tahun ini. “Besar kemungkinan jumlahnya akan bertambah. Cuma untuk soal itu belum ada keputusan diambil,” kata Gates.
Gates mengatakan, kebijakan AS di Afganistan di bawah Presiden Barack Obama harus tampil “rendah hati” dan “realistis”. Artinya, terang Gates, AS mesti mengenyahkan teroris di samping membangun negara yang sejahtera di Afganistan.
Gates adalah satu-satunya anak buah mantan Presiden George W Bush yang masih dipertahankan dalam pemerintahan Obama.
Sumber : http://kompas.com/read/xml/2009/01/28/08180088/tigabrigadelangsungkeafganistan
Mantan Presiden AS yang belakangan menaruh perhatian besar pada konflik Israel-Palestina, Jimmy Carter mengatakan, perdamaian di Timur Tengah yang saat ini sedang diupayakan oleh sejumlah negara tidak akan berhasil tanpa melibatkan Hamas.
Sebuah ledakan terjadi di wilayah Israel dekar perbatasan Jalur Gaza, Selasa (27/1). Ledakan itu menewaskan seorang tentara Israel dan melukai tiga tentara lainnya. Setelah peristiwa itu, warga Palestina di Khan Younis melaporan bahwa mereka mendengar tembakan dari tank-tank Israel dan pesawat-pesawat tempur Israel mengintari wilayah itu.
Perwakilan Hamas melakukan kunjungan ke negara-negara Arab dan negara Islam untuk menjelaskan kondisi perkembangan terakhir pasca gencatan senjata sepihak yang dilakukan, dan langkah apa yang akan dilakukan kedepan oleh rakyat Palestina. Juru Bicara Hamas Dr. Sami Abu Zuhair menegaskan, bahwa peperangan yang terjadi di Gaza adalah usaha Israel untuk menghentikan perlawann bangsa Palestina terhadap Israel, secara resmi tujuan utamanya adalah menghabisi Hamas. 

